Selasa, 09 Maret 2010

SALJU GURUN


Dihamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau ditengah impitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.


Dilingkungan gurun yang serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus. Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar dimana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.


Di lansekap gurun yang maha luas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri,burung-burung yang tinggi akan melihat kembaranmu disana-sini.


Ditengah tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah dan kaktus akan terpengarah. Semua butir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.


Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sediri, karena kau berbeda…


(dari Filosofi Kopi – Dee)

3 komentar:

Bambang Pinuji mengatakan...

Selamat menulis......

Blognya Cinta mengatakan...

TERIMA KASIH OEM BAM'S

Bang Yoes mengatakan...

sip dah......

Posting Komentar